Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Polsek Wates Laksanakan Pengamanan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Antar Kalurahan Manunggal Cup 2026

    WATES, KULONPROGO – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Wates melaksanakan pengamanan ...

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Minggu, 04 September 2016

Serah Terima Jabatan Empat Kapolsek



Sebanyak empat perwira di jajaran Polres Kulon Progo diganti. Serah terima jabatan dilaksanakan di Aula  Polres Kulonprogo, Sabtu (03/09/2016).

Adapun 4 perwira yang diganti adalah Kompol Tupar yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Wates, AKP Sutarno yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kokap, Kompol Gito Dwi Suryanto yang merupakan Kapolsek Galur, serta AKP Bambang Harun yang merupakan Kapolsek Lendah.

Sementara untuk penggantinya yakni Kompol Marizul Ikhsan sebagai Kapolsek Wates, Kompol Muryanto sebagai Kapolsek Galur, AKP Satrio Arif Wibowo sebagai Kapolsek Kokap, dan AKP Sutarno sebagai Kapolsek Lendah.


Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar untuk sebuah karir kepolisian.

”Ini merupakan hal yang wajar dan untuk yang akan berpindah tugas. Saya ucapkan terima kasih atas kinerjanya selama ini. Untuk para Kapolsek yang baru saya harap segera beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan mampu menjalankan perintah dari Kapolri,” kata Kapolres.




Sabtu, 03 September 2016

Bocah 6 Tahun Tenggelam Di Sungai Serang Pengasih


Tujuh anak yang tengah mandi di aliran Sungai Serang di Padukuhan Kembang, Desa Margosari, Jumat (02/09/2016) sekira pukul 14.15, satu diantaranya tenggelam. Ia adalah Dista Pamungkas (6).
Menurut salah satu saksi, Agus Setiawan, korban beserta enam temannya bermain sambil mandi di Sungai Serang. Selang beberapa saat kemudian, sejumlah teman yang lain berteriak meminta tolong.

”Pas saya sampai lokasi anak-anak itu cerita kalau ada temannya yang tenggelam. Saya coba cari dan korban sudah dalam kondisi lemas, tadi masih sempat terasa ada detak jantung,” papar Agus Setiawan.

Mengetahui hal ini, saksi dengan dibantu sejumlah tetangga langsung mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat. Namun saat diketahui puskesmas sudah tutup kemudian dilarikan ke UGD RSUD Wates.


Hal ini dibenarkan oleh Ka SPKT Polres Kulon Progo, Aiptu Yunanto yang juga tiba di ruang UGD RSUD Wates. ”Tadi memang ada informasi seperti itu, tapi ternyata sampai sini sudah dalam keadaan meninggal,” ucap Aiptu Yunanto.

Tim Inafis beserta petugas Polsek Pengasih yang tiba di kamar jenazah RSUD Wates langsung melakukan identifikasi dan kemudian menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Polsek Sentolo Tangani Kasus Orang Hilang


Tidak lama lagi menjalani pernikahan, namun Murni Indrawati Septiyaningrum (26), warga Padukuhan Malangan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, justru meninggalkan rumah tanpa pamit. Sontak keluarganya pun kebingungan dan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Sentolo.

Wagino Hadi Suwito (65), warga Malangan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, terpaksa melaporkan ke petugas Polsek Sentolo lantaran anaknya hingga kini pergi dari rumah tanpa pamit, sejak Senin (29/08/2016) sekira pukul 10.00 WIB.

”Enggak ada masalah dengan keluarga, hanya tiba-tiba enggak pulang ke rumah, padahal tiga hari lagi mau menikah,” ujar Wagino.

Sementara saat dihubungi Kamis (01/09/2016) Kanit Reskrim Mapolsek Sentolo, AKP Gunadi Tejamurti, membenarkan adanya laporan tersebut. ”Iya ada warga yang melaporkan kerabatnya pergi tanpa pamit. Kalau dari keterangan orangtuanya memang seperti itu,” ucap AKP Gunadi.

Adanya kejadian ini petugas masih terus mendalami motif dari pelaku, mengingat berbagai informasi yang dikumpulkan tidak terjadi adanya gelagat yang aneh maupun memiliki masalah dengan pihak keluarga.

”Kita belum bisa menyimpulkan apapun, ini kan baru saja laporan. Kita dalami dulu, nanti kalau ada perkembangan kita informasikan,” pungkasnya.






















sumber:sorotklp

Terjun Ke Jurang Satu Orang Meninggal Dunia


Diduga menghindari mobil dari arah berlawanan, sebuah sepeda motor Honda Vario AB 6410 LC mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) setelah menabrak batu besar di tepi jalan umum Girimulyo-Samigaluh atau tepatnya di Dusun Karanganyar Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo, Jumat (2/9) sekitar pukul 06.00. Kejadian tersebut mengakibatkan satu korban meninggal.
Kecelakaan tunggal terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai Annisa Nur Sannah (17) warga Pringapus Girimulyo yang memboncengkan kakeknya, Mandi Wiyono (80) dan Erna Pangastuti (13) melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang.


Sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berpapasan dengan mobil warna hitam yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Kemudian sepeda motor menepi ke pinggir jalan sehingga menabrak batu dan terjatuh. Naas bagi pemboncengnya, Mandi Wiyono jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar delapan meter. Sedangkan Annisa Nur Sannah dan Erna Pangastuti tersangkut di pohon Sonokeling.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Heru Meiyanto, Jumat (2/9) membenarkan telah terjadi lakalantas tunggal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. “Korban meninggal Mandi Wiyono mengalami luka di kepala akibat jatuh ke jurang. Sedangkan dua korban lainnya sadar dan mengalami luka ringan. Kejadian ini langsung ditangani petugas unit Lakalantas Polsek Kalibawang. Dugaan sementara karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor,” jelasnya.(*-32)

Tergiur Jadi PNS Malah Tertipu Puluhan Juta


Tergiur jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Sudimin (31) warga Dusun Kedung Tawang Desa Purwosari Kecamatan Girimulyo harus gigit jari setelah ditipu tetangganya, SM (45). Uang tunai Rp 58 juta raib setelah ditawari pekerjaan jadi PNS Pelabuhan di Semarang.
Awal mula kejadian pada bulan November 2013 ketika Sudimin dan istri diminta datang ke rumah SM yang menawarkan pekerjaan menjadi PNS pelabuhan di Semarang Jawa Tengah. Untuk melicinkan jalan jadi PNS, Sudimin diminta SM membayar uang Rp 85 juta dan dapat di bayar sebanyak dua kali. Untuk pembayaran pertama sebesar Rp 40 juta. Sedangkan pembayaran kedua atau kekurangannya uang dibawa pada saat dilantik jadi PNS pelabuhan.
Karena tidak mempunyai uang, istri Sudimin menelpon ibunya yang ada di Sumatra dan menceritakan suaminya mendapatkan tawaran jadi PNS. Selang beberapa hari, ibu mertua Sudimin mengirimkan uang yang langsung ditransfer ke rekening EF (40) atau istri SM. Selain itu juga menyerahkan uang tunai ke SM. Sehingga totalnya sebesar Rp 58 juta.
Setelah dua tahun tak kunjung mendapatkan kepastian dilantik jadi PNS, Sudimin curiga dan berupaya menagih janji SM. Sudimin juga meminta kembali uang yang telah diberikan tapi sampai sekarang tidak dikembalikan.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo AKP Heru Meiyanto, Jumat (2/9) membenarkan adanya laporan tindak penipuan yang terjadi sekitar bulan November 2013. “Karena diduga pelaku melakukan penipuan korban melapor ke Polsek Girimulyo,” jelasnya

Pencurian Ayam Kembali Terjadi Di Lendah


Ditinggal tugas jaga malam, ayam jago milik Kasna (53) warga Dusun Kutan Desa Jatirejo Kecamatan Lendah hilang dicuri orang tak di kenal, Kamis (1/9).
Kejadian tersebut bermula ketika Kasna sejak sore hari pergi tugas jaga malam di Kantor Kecamatan Lendah. Sekitar pukul 05.00 ketika korban pulang ke rumah melihat kandang ayam sudah terbuka. Setelah di cek ternyata sembilan ayam jago yang ada di kandang telah hilang dicuri orang tak di kenal.
“Benar telah terjadi tindak pencurian ayam di wilayah Kecamatan Lendah. Setelah kejadian korban melapor ke Polsek Lendah dan saat ini masih dalam penyelidikan petugas guna pengusutan lebih lanjut. Atas kejadian tersebut korban menderita kerugian kurang lebih Rp 1 juta,” kata Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Heru Meiyanto, Jumat (2/9).

Maling Bergentayangan Di Temon


Ketika terlelap tidur, rumah Muh Sahid (51) warga Dusun Gebang Desa Plumbon Kecamatan Temon di bobol pencuri, Kamis (1/9). Pencuri berhasil membawa kabur perhiasan emas seberat 7 gram, dua buah cincin masing-masing seberat 3 gram dan 1,5 gram, liontin dan uang tunai Rp 4 juta.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo AKP Heru Meiyanto, Jumat (2/9) membenarkan telah terjadi tindak pencurian. Kejadian bermula ketika korban sekitar pukul 01.00 terlelap tidur di depan TV ruang keluarga. Ketika korban bangun sekitar pukul 05.00 melihat isi lemari dalam kondisi berantakan. 

Setelah di cek perhiasan emas dan uang tunai yang disimpan dalam lemari sudah hilang.
“Dugaan sementara pelaku masuk melompati pagar tembok belakang dan mencongkel jendela dapur. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta. Kasus ini dalam penyelidikan petugas Satreskrim Polres Kulonprogo,” jelasnya.