KULON PROGO – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan generasi muda dalam berlalu lintas, Polres Kulon Progo bersama Ditlantas Polda DIY, PT Jasa Raharja DIY, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Edukasi Disiplin Pelajar di Jalan Raya bagi pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan berlangsung di Kopi Jolotundo, Sogan, Wates, Kamis (5/11/2026) pukul 09.00 WIB, dan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar SMA/SMK serta guru pendamping se-Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY AKBP B. Widya Mustikaningrum, S.Sos., Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS Dr. Sri Waljinah, S.Pd., S.H., M.Hum., M.H., Kasubag Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil DIY Septian Gunawan, S.E., serta Kasat Lantas Polres Kulon Progo AKP Kristiyono, S.Psi., M.M.
Dalam sambutannya, perwakilan guru SMA Negeri 1 Pengasih, Salami, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Kulon Progo serta seluruh penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan oleh para siswa, khususnya dalam membangun karakter disiplin dan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Pada sesi penyuluhan hukum, AKBP B. Widya Mustikaningrum menyampaikan materi mengenai peraturan lalu lintas, kewajiban pengguna jalan, etika berkendara, rambu-rambu dan marka jalan, serta sanksi terhadap pelanggaran lalu lintas.
Ia juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY yang menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa masih menjadi salah satu kelompok yang banyak terlibat kecelakaan. Oleh karena itu, edukasi sejak dini diperlukan untuk membentuk perilaku berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Para pelajar diingatkan untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI, memiliki SIM sesuai ketentuan, membawa kelengkapan surat kendaraan, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta tidak melakukan pelanggaran seperti melawan arus dan berkendara melebihi batas kecepatan.
Selanjutnya, Kasubag Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil DIY, Septian Gunawan, memberikan pemahaman mengenai perlindungan korban kecelakaan lalu lintas, prosedur pelaporan, serta mekanisme pemberian santunan kepada korban yang memenuhi ketentuan.
Ia menjelaskan bahwa Jasa Raharja berperan memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas, baik melalui pelayanan korban luka-luka maupun pemberian santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman bahwa kecelakaan lalu lintas tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kulon Progo AKP Kristiyono menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan cerminan karakter dan kedisiplinan seseorang.
"Jangan jadikan jalan raya sebagai tempat untuk mencari pengakuan dengan melakukan aksi berbahaya. Tunjukkan kemampuan melalui prestasi dan kegiatan positif, bukan dengan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," pesannya kepada para pelajar.
Ia juga mengajak para siswa untuk menanamkan tiga nilai utama dalam berlalu lintas, yaitu disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian. Para pelajar diharapkan tidak melakukan balap liar, selalu menggunakan helm, mematuhi peraturan, serta berani mengingatkan teman apabila melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan.
Selain edukasi keselamatan berlalu lintas, kegiatan juga diisi dengan pengenalan Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta oleh Dr. Sri Waljinah. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan profil, keunggulan, sistem pembelajaran, peluang karier, serta berbagai program beasiswa yang tersedia di UMS sebagai informasi dan referensi bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan helm yang benar, edukasi tata cara menyeberang jalan, pengenalan rambu dan marka jalan, diskusi, serta tanya jawab bersama para narasumber. Peserta juga mengikuti post-test dan pengisian kuesioner sebagai evaluasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan demikian, dapat tercipta budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.


.jpeg)




