Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri

  Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piaga...

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Minggu, 09 Agustus 2026

Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri

 


Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.

“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.

“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.

Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel. 

Sabtu, 08 Agustus 2026

35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026, Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton, Jadilah Talenta Digital

 

Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

“Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

Dari gaming menuju achievement.
Dari dream menuju become. 

Jumat, 07 Agustus 2026

KBPBI Apresiasi Komitmen Kapolri Kawal Aspirasi dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

 


Jakarta – Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang membuka ruang dialog untuk mendengarkan secara langsung aspirasi buruh terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Jakarta, Jumat (07/08).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus perwakilan KBPBI, Andi Gani Nena Wea, menyebut dialog tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah, Polri, dan organisasi buruh guna mencari solusi terbaik terhadap substansi RUU Ketenagakerjaan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Kapolri yang berdialog dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia. Pak Kapolri mendengarkan langsung aspirasi kami terkait materi RUU Ketenagakerjaan. Kami berharap pembahasan undang-undang ini dapat berjalan dengan baik dan mampu merangkul seluruh stakeholder yang berkepentingan,” ujar Andi Gani.

Andi Gani menegaskan, KBPBI akan terus mengedepankan jalur diplomasi dan dialog dalam mengawal proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR dan pemerintah. Menurutnya, komunikasi yang telah terbangun menjadi modal penting untuk menghasilkan regulasi yang memberikan perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga iklim investasi.

Merespons aspirasi tersebut, Kapolri menyatakan siap mendukung terwujudnya komunikasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, berbagai persoalan ketenagakerjaan perlu diselesaikan melalui dialog sehingga menghasilkan regulasi yang berimbang.

“Kami akan membantu menjadi jembatan untuk menyampaikan poin-poin yang kemudian kita harapkan bisa diselesaikan oleh rekan-rekan buruh bersama-sama dengan tim yang ada di DPR, sehingga menjadi satu kesepakatan dalam revisi undang-undang yang isinya menghadirkan keseimbangan antara teman-teman pengusaha, teman-teman buruh, dan peran pengawas agar keseimbangan ini tetap terjaga,” kata Kapolri.

Kapolri juga menilai proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan harus dikawal bersama secara bertanggung jawab. Ia memahami hak buruh untuk menyampaikan aspirasi, namun mengingatkan agar seluruh proses dilakukan secara tertib dan damai.

“Saya sangat memahami kalau teman-teman buruh akan turun untuk mengawal ketat proses ini. Namun saya selalu ingatkan, tolong laksanakan semuanya secara terukur dan jaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap terjaga dan cita-cita bersama menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, revisi RUU Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial yang selama ini muncul, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global melalui terciptanya hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Mari kita kawal bersama-sama sehingga perjuangan teman-teman buruh betul-betul dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib tanpa ada hal ataupun kerusuhan yang justru mencederai apa yang menjadi perjuangan teman-teman buruh,” tutup Kapolri. 

Jumat Curhat, Bhabinkamtibmas Banjarasri Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penipuan Online dan Kenakalan Remaja

 


 

Kulon Progo – Dalam upaya mempererat kemitraan dengan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Kalurahan Banjarasri Polsek Kalibawang, Aiptu Endis Triyanto, melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama warga Pedukuhan Semak, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Jumat.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai pesan kamtibmas agar warga semakin peduli terhadap keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Aiptu Endis Triyanto mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya tindak penipuan berbasis online yang saat ini semakin beragam modusnya.

"Masyarakat hendaknya tidak mudah tergiur dengan tawaran atau janji keuntungan yang tidak masuk akal. Selalu lakukan pengecekan sebelum melakukan transaksi maupun memberikan data pribadi agar terhindar dari tindak penipuan," pesannya.

Selain itu, ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak, baik di lingkungan rumah maupun di luar rumah. Menurutnya, perhatian dan pengawasan dari keluarga merupakan langkah penting dalam mencegah kenakalan remaja serta berbagai pengaruh negatif yang dapat merugikan masa depan generasi muda.

Aiptu Endis juga menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, saling mengingatkan, dan segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas," ujarnya.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara Polri dan masyarakat, sehingga berbagai permasalahan yang berkembang di lingkungan dapat diantisipasi sejak dini demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kalurahan Banjarasri.

 

Polres Kulon Progo Bekali Siswa MAN 2 Kulon Progo Pemanfaatan Artificial Intelligence Secara Bijak

 

 

Kulon Progo – Dalam upaya membekali generasi muda menghadapi perkembangan era digital, Polres Kulon Progo menggelar sosialisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) di MAN 2 Kulon Progo, Kamis (6/8/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Komputer 1, 2, dan 3 Gedung Keterampilan Terpadu (GKT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan Gotakan, Panjatan.

Sebanyak 90 siswa kelas XI dari program keterampilan Teknik Audio Video (TAV) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengikuti kegiatan dengan antusias. Kegiatan bertajuk "Paham AI" tersebut merupakan kolaborasi strategis antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Kabag SDM Polres Kulon Progo, Kompol M. Taufik Anwar Hidayat, S.H., M.M. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan kompetensi di bidang Artificial Intelligence bagi siswa maupun tenaga pendidik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara bijak dan profesional untuk mendukung proses pembelajaran serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan juga bertujuan menumbuhkan budaya berpikir kritis, kreatif, dan etis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sekaligus mendorong peserta didik agar mampu memanfaatkan AI secara produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol M. Taufik menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan karakter, etika, dan kepatuhan terhadap hukum.

"Teknologi AI adalah alat yang sangat ampuh jika berada di tangan yang tepat. Oleh karena itu, adab dan etika tetap menjadi yang utama. Kami ingin para siswa di MAN 2 Kulon Progo mampu memanfaatkan AI untuk hal positif, seperti mendukung pembuatan karya DKV maupun TAV, tanpa melanggar hak cipta, tidak menyebarkan disinformasi atau deepfake, serta tidak mengabaikan kejujuran akademik," tegas Kompol M. Taufik.

Ia juga berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam setiap karya yang dihasilkan sehingga AI benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kreativitas.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak MAN 2 Kulon Progo. Guru Informatika MAN 2 Kulon Progo, Zuli Irawanto, S.T., menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa yang setiap hari berinteraksi dengan teknologi digital.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Polres Kulon Progo dan Polri. Kegiatan sosialisasi ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa kami, khususnya anak-anak jurusan DKV dan TAV yang memang sehari-harinya bersinggungan dengan teknologi digital. Edukasi mengenai etika AI ini menjadi pemagaran yang sangat penting agar anak-anak tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga bijak dan tidak menyalahgunakan teknologi dalam menghasilkan karya," ujar Zuli Irawanto.

Melalui kegiatan ini, Polres Kulon Progo berharap para pelajar semakin memahami manfaat Artificial Intelligence sekaligus menyadari pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, aman, dan sesuai etika. Sosialisasi ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi tantangan di era transformasi digital. 

Polres Kulon Progo Cetak Generasi Cerdas Digital Lewat Pelatihan Artificial Intelligence di SMK Negeri 2 Pengasih

 


Kulon Progo – Dalam rangka meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda, Polres Kulon Progo menggelar pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi siswa-siswi SMK Negeri 2 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Kulon Progo, Kompol M. Taufik Anwar Hidayat, S.H., M.M., selaku Ketua Tim Trainer Paham AI Polres Kulon Progo. Pelatihan dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan empat tim trainer yang menempati empat ruang Laboratorium Komputer sekolah.


Sebanyak 109 siswa mengikuti pelatihan dengan antusias. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan Artificial Intelligence, pemanfaatan AI secara positif dalam dunia pendidikan, serta pentingnya penggunaan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika.


Kompol M. Taufik Anwar Hidayat menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas belajar, kreativitas, dan produktivitas generasi muda, tanpa mengabaikan etika serta ketentuan hukum yang berlaku.


"Artificial Intelligence merupakan teknologi yang dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan dengan benar. Kami berharap para siswa mampu memanfaatkan AI sebagai pendukung proses belajar, pengembangan keterampilan, dan inovasi, bukan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan, melakukan plagiarisme, maupun penyalahgunaan teknologi lainnya," ujar Kompol M. Taufik.


Selain memberikan pemahaman tentang fungsi dan manfaat AI, para trainer juga mengajak peserta untuk lebih kritis dalam menyaring informasi digital serta menjaga integritas dalam memanfaatkan teknologi di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.


Pelaksanaan pelatihan berjalan dengan tertib, interaktif, dan mendapat sambutan positif dari para siswa. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan berlangsung dengan hasil yang memuaskan, terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti setiap sesi materi maupun praktik penggunaan AI.


Melalui kegiatan ini, Polres Kulon Progo berharap para pelajar memiliki kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki karakter dan etika yang kuat di era transformasi digital.

Kamis, 06 Agustus 2026

Bhabinkamtibmas Karangwuni Ajak Warga Waspada Penipuan dan Kebakaran di Musim Kemarau

 

 

Wates – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Kalurahan Karangwuni Polsek Wates, Aipda Suprihatin, melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas kepada warga di Padukuhan Kriyan RT 13 RW 07, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan sambang tersebut dimanfaatkan sebagai sarana mempererat komunikasi antara Polri dan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai imbauan kamtibmas yang berkaitan dengan keamanan lingkungan dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

Dalam dialog bersama warga, Aipda Suprihatin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan serta membiasakan membawa pulang alat maupun obat-obatan pertanian setelah selesai digunakan agar tidak disalahgunakan maupun membahayakan orang lain.

Selain itu, warga juga diingatkan agar lebih waspada terhadap berbagai modus tindak pidana, khususnya penipuan yang marak terjadi, baik melalui media online, telepon, maupun dengan modus bertatap muka secara langsung. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang mencurigakan dan selalu melakukan konfirmasi sebelum mengambil keputusan.

Kapolsek Wates, Kompol Antonius Purwanta, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan sambang rutin yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan edukasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

"Melalui kegiatan sambang, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang nyaman," ujar Kapolsek.

Mengingat saat ini memasuki musim kemarau panjang, Bhabinkamtibmas juga mengimbau warga agar tidak membakar sampah di lahan tegalan maupun pekarangan rumah. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan menimbulkan kerugian materiil.

Di akhir kegiatan, masyarakat diminta agar segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas, perangkat kalurahan, maupun melalui layanan darurat Kepolisian 110 apabila mengetahui atau mengalami adanya gangguan kamtibmas maupun peristiwa menonjol di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan sambang ini, Polsek Wates berharap sinergi dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kalurahan Karangwuni.