Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Polsek Wates Laksanakan Pengamanan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Antar Kalurahan Manunggal Cup 2026

    WATES, KULONPROGO – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Wates melaksanakan pengamanan ...

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Jumat, 02 September 2016

Waka Polres Kulonprogo Pimpin Pam Unras di Banaran



Ratusan warga penambang pasir manual mendatangi tempat PT. Pasir Alam Sejahtera (PAS) yang berlokasi di desa Banaran, Galur untuk melakukan unjuk rasa, Kamis(1/9/2016) siang.

Untuk mengamankan kegiatan unjuk rasa tersebut, Polres Kulonprogo yang di pimpin langsung Wakapolres Kulonprogo Kompol Andreas Dedy Wijaya, S.I.K. menerjunkan anggotanya guna mencegah terjadinya aksi anarkhis.


Massa pengunjuk rasa yang di pimpin oleh Kades Banaran, Galur bapak Haryanto,S.H. mengungkapkan bahwa warga Desa Banaran keberatan dengan keberadaan PT. PAS di Desa Banaran Galur. 

Mereka menganggap bahwa PT PAS telah membuat warga merasa resah karena mata pencaharian warga yang selama ini melakukan penambangan pasir secara manual telah di ambil alih dan di olah menggunakan alat berat. Selain itu penggunaan alat berat di khawatirkan dapat merusak lingkungan setempat di bidang pertanian dan peternakan.

Setelah menyampaikan aspirasinya dengan mendapatkan pengawalan dan pengamanan dari anggota Polri, warga mulai meninggalkan lokasi dengan aman dan tertib.


Humas Polres Kulonprogo

Kamis, 01 September 2016

Bantu Warga Girimulyo, 1 Set Pompa Air Diserahkan IKA UII Yogyakarta Kepada Polsek Girimulyo



Untuk menghadapi musim kemarau tahun ini, pada hari Kamis 01 September 2016 siang Ketua DPW IKA UII Yogyakarta  Didik P, SH bersama Ibu Mahfud MD dan rombongan menyerahkan bantuan kepada warga masyarakat Girimulyo yang dipercayakan kepada Polsek Girimulyo berupa 1 Set Pompa Air jenis Grundfos dalam rangka menghadapi musim kemarau tahun 2016 ini yang diterima langsung oleh Kapolsek Girimulyo AKP Fakhrurodin, S.H.

Mendapatkan amanat tersebut, Polsek Girimulyo akan menyalurkan droping air bersih untuk kepentingan warga masyarakat, Masjid / tempat ibadah, dan sekolahan di wilayah Girimulyo yang mengalami kekeringan dengan menggunakan mobil Dinas Polsek Girimulyo.

"Kami segenap anggota Polsek Girimulyo menerima penyaluran bantuan tersebut dan akan dengan senang hati menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan serta tempat fasilitas umum yang ada di wilayah Girimulyo" ungkap AKP Fakhrurodin

Kapolsek Girimulyo itu menambahkan "Pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang terjalin dengan baik antara Polri dengan masyarakat khususnya Polsek Girimulyo dengan IKA UII Yogyakarta beserta masyakat Girimulyo." 

IKA UII Yogyakarta mempercayakan bantuan tersebut kepada Polsek Girimulyo kerena menilai program droping air yang dilakukan Polsek Girimulyo pada musim kemarau tahun lalu sangat berhasil dan manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, walaupun droping air bukan tugas Polri akan tetapi atas kepedulian Kapolsek Girimulyo dan anggota yang ikut merasakan kesusahan maupun penderitaan warga masyarakat atas kekeringan air tersebut.


Humas Polsek Girimulyo

Maling Lari Meninggalkan Barang Curiannya



Aksi pencurian dua orang pencuri yang belum diketahui identitasnya berhasil digagalkan oleh dua warga Wahyuharjo, Kecamatan Lendah, Kamis (01/09/2016) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. 

Dua orang yang berhasil menggagalkan pencurian terasebut adalah Tukiyono (48) serta Ngadiman (40). Kejadian bermula ketika kedua orang tersebut melihat dua orang misterius menuntun sebuah sepeda onthel serta membawa barang bawaan namun dibungkus menggunakan sarung.

”Ketika ditanya oleh kedua orang saksi tersebut, kedua pelaku malah lari dan meninggalkan barang yang dibawa,” tutur AKP Heru Meiyanto, Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Kamis (01/09/2016).

AKP Heru menambahkan bahwa kedua saksi sempat berusaha mengejar kedua pelaku namun tidak berhasil tertangkap. Akhirnya barang bukti berupa sebuah sepeda onthel, 8 ekor ayam jago serta sebuah sarung diserahkan oleh kedua saksi ke Mapolsek Lendah. 

”Menurut penuturan kedua saksi, pelaku berlari menuju arah Panjatan, dan kini petugas masih melakukan pengejaran,” tambah AKP Heru.


sumber: sorotkp

Mau Kepasar, Motor Malah Hilang

Hasil gambar untuk curanmor

Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) terjadi di rumah Wantiyo (37) warga Dusun Pantong Wetan Desa Banjaroyo Kecamatan Kalibawang. Sebuah sepeda motor Mega Pro AB 6254 DC miliknya hilang di gasak pencuri, Rabu (31/8) dini hari. Pelaku masuk rumah dengan mencongkel jendela ruang belakang rumah korban dan membawa kabur sepeda motor lewat pintu belakang.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo AKP Heru Meiyanto, Kamis (1/9) membenarkan adanya tindak curanmor. Kejadian bermula ketika korban pada pagi hari akan berangkat ke pasar untuk membeli sayuran menggunakan sepeda motor yang diparkir di ruang belakang. Ketika korban ke ruang belakang tidak melihat sepeda motor berada di tempatnya.

“Korban bersama istrinya berupaya mencari sepeda motor di sekitar rumah tapi tidak ada. Korban mendapati jendela ruang belakang sudah terbuka terdapat bekas congkelan dan pintu belakang sudah tidak terkunci. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 15 juta,” jelasnya.



Mesin Besar Beroperasi, Ratusan Warga Galur Datangi KLH



Ratusan warga Banaran, Kecamatan Galur mendatangi Kantor Lingkungan Hidup Kulon Progo untuk meminta kepastian tentang adanya dua petambang pasir yang menggunakan mesin bighoo dari dua perusahaan yaitu PT Pasir Alam Sejahtera dan PT GST yang beroprasi di timur Sungai Progo tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kamis (01/09/2016) pagi. Ratusan warga ini menuntut aktivitas tambang menggunakan mesin ini dihentikan karena dinilai akan merusak lingkungan sekitar.

Endro Purnomo (60), tokoh masyarakat Desa Banaran menyampaikan, warga masih memprtanyakan bagaimana izin beroprasi dari kedua perusahaan tersebut bisa turun. Sedangkan tidak ada satupun warga yang setuju dengan adanya tambang menggunakan mesin tersebut.

”Sosialisasi yang pernah dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut hanya mengundang antek-antek perusahaan yang tentunya setuju. Sedangkan warga petambang tradisional tidak diundang,” kata Endro, Kamis siang.


Endro juga menjelaskan bahwa akan ada sekitar 70 hektare sawah milik warga yang terletak di pinggiran Sungai Progo akan hilang akibat pertambangan menggunakan mesin apabila tidak dihentikan. Pasalnya penambangan pasir menggunakan mesin akan mengekspoloitasi pasih sampai ke dasar sungai yang akan mengakibatkan abrasi dan membuat tanah warga menjadi ”wedi kengser” atau pulau kecil ketika arus sungai meninggi yang hanya bisa ditanami pakan ternak.

Menurut Endro, kedua petambang menggunakan mesin tersebut harus ditinjau kembali perizinanya dan melakukan peninjauan ulang syarat-syarat melaksanakan penambangan. 

”Di Poncosari, Srandakan, Bantul pun mereka menolak aktivitas tambang tersebut, tapi kenapa Kulon Progo malah mengizinkan,” tambah Endro.

Selain itu Endro menambahkan bahwa apabila aktivitas tambang menggunakan mesin tak segera dihentikan, maka ketika rencana pembangunan jembatan di daerah tersebut tak akan berhasil karena hanya akan mengakibatkan adanya rawa.

Puluhan Personil Polres Kulonprogo dipimpin langsung Waka Polres Kulonprogo Kompol Andreas Dedy Wijaya, S.I.K. melaksanakan pengamanan yang berlangsung aman dan tertib.


sumber: sorotkp

Kantor Pemkab Didatangi Ratusan Warga



Ratusan warga terdampak pembangunan bandara Kamis (01/09/2016) mendatangi kantor Pemkab Kulon Progo. Warga dari empat desa, yakni Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran, bermaksud menanyakan besaran. kompensasi dari tanah Paku Alam Ground (PAG).

Kedatangan ratusan warga kecamatan temon ini, mendapatkan penjagaan dan pengawalan dari personil Polres Kulonprogo serta Satuan Polisi Pamong Praja. Pintu gerbang memasuki halaman pemkab pun langsung ditutup oleh. Sat Pol PP Pemkab Kulonprogo.

”Saya sudah sering menghadap ke Puro Paku Alaman, tapi masih belum mendapatkan kejelasan dari adanya kompensasi,” ucap Sumantoyo, salah seorang koordinator aksi.

Belasan spanduk dibentangkan oleh ratusan peserta aksi disepanjang jalan di depan komplek Pemkab Kulonprogo. Salah satu tuntutan dari ratusan warga terdampak pembangunan bandara adalah kompensasi sebesar 1/2 atau 1/3 dari total jumlah harga yang diberikan ke tanah Paku Alam Ground (PAG).

”Dahulu tanah milik PA tidak bisa ditanami apapun, gersang tanpa ada tanaman satu pun, oleh warga kemudian diolah dan sudah menjadi subur seperti saat ini dan kemudian diberi harga dengan sangat tinggi,” teriak Sumantoyo.



sumber: sorotkp

Kabag Sumda Polres Kulonprogo Hadiri Penutupan FKY Ke 28 Kulonprogo



Kulonprogo - Berlokasi di Alun-Alun Wates Kabag Sumda Polres Kulonprogo Kompol Sudarmawan menghadiri pertunjukkan puncak FKY Kulonprogo . Dalam kesempatan itu hadir juga jajaran Forkompinda Kulonprogo , bupati Kulonprogo yang di wakili oleh Bapak Arif Sudarwanto, Dandim 0731 Letnan Kolonel Arm Teguh Tri Prihanto Usman.