Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Polsek Wates Laksanakan Pengamanan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Antar Kalurahan Manunggal Cup 2026

    WATES, KULONPROGO – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Wates melaksanakan pengamanan ...

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Rabu, 12 Maret 2014

Lalai Berkendara Dua Pelajar Terkapar



Kulon Progo- Di duga karena lalai dua pelajar Doni dan Sahrul warga Paingan Sendangsari Pengasih Kulon progo yang berbocengan mengendarai Spm Honda Legenda No Pol D 4601 XW tidak dapat menguasai kendaraan dan berjalan oleng ke kanan sehingga menabrak Spm Suzuki spin yang di kendarai oleh Ernadi warga Beji Wates Wates Kulon Progo.

Doni mengalami luka pelipis mata kanan robek, gigi atas patah, pendarahan mulut, lebam kelopak mata kanandan kiri, di duga retak tulang dahidan tulang rahang, tidak sadar dan di rawat di RSUD Wates , sedangkan pemboceng Spm Honda Legenda No Pol D 4601 XW mengalami luka gigi depan atas patah, sadar dan di Rawat di Klinik Pengasih Husada, sedangkan Ernadi mengalami luka memar di punggung , rawat jalan.

 Kejadian bermula ketika pada hari Jumat tanggal 07 Maret 2014 sekira pukul 11.00 wib di Jln Umum Ds Serang Ds Sendangsari Pengasih Kulon Progo Spm Honda legenda No Pol D 4601 XW berjalan dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi, kemudian sesampai di TKP pengendaraya tidak dapat menguasai kendaraan dan berjalan oleng sehingga menabrak Spm Suzuki Spin No Pol AB 6941 KC yang berjalan searah di depanya hingga keduanya terjatuh.

----- HUMAS POLRES KULON PROGO-----

Kurang Konsentrasi, Motor Tabrak Penyeberang Jalan.


Kulon Progo- Di duga karena kurang konsentrasi arah depan Dwi Setiyoko, warga Banyunganti Kidul Kaliagung Sentolo Kulon Progo yang mengendarai  Spm Honda No Pol AB 6409 KL menabrak penyeberang jalan Sutrisno warga Sentolo Kidul , Sentolo Kulon Progo. Sutrisno mengalami luka robek pada pipi kanan, lecet kaki kanan, tidak sadar, di rawat di Puskesmas Sentolo 1, sedangkan dwi Setiyoko sendiri mengalami lecet bahu tangan kanan lecet lutut kaki kanan dan kiri, lecet punggung tangan kiri , sadar dan di rawat di Puskesmas Sentolo 1.


Awal mula kejadian ketika pada hari Kamis tanggal 06 Maret 2014 sekira pukul 20.00 wid di Jl Jogja- Wates Km 16,5 Sentolo Kidul Sentolo Kulon ProgoSpm honda AB 6409 KL melaju dari arah Selatan ke utara, sesampai di TKP ada penyeberang jalan yang sedang menyeberang dari arah timur ke barat , karena jarak sudah dekat maka terjadilah kecelakaan.

---- Humas Polres Kulon Progo----

Hasil Otopsi Nur Rochim Keluar Tiga Minggu Lagi


KULONPROGO - Hasil otopsi jenazah Nur Rochim, warga Nanggulan yang ditemukan tewas di rel kereta api di Pengasih, Oktober 2013 silam, dimungkinkan baru akan keluar beberapa mingu mendatang. Tim forensik masih akan mengolah data dari pemeriksaan jenazah untuk mengetahui penyebab pasti kematian Nur Rochim.
Proses otopsi yang dilakukan oleh tim dokter spesialis forensik RSUP dr Sardjito Yogyakarta di pemakaman Umum Kedungsogo, Desa Kedungsari, Pengasih, Jumat (7/3/2014) berlangsung hampir dua jam. Ratusan warga sekitar juga tampak menyemut di areal pemakaman tersebut. Otopsi sendiri dilakukan untuk melengkapi alat bukti penyidikan Satreskrim Polres Kulonprogo terkait dugaan pembunuhan.
Seusai pemeriksaan, jenazah pria tersebut langsung diangkut dalam sebuah peti kayu oleh petugas untuk dibawa ke rumah keluarganya di Pedukuhan Dlingo, Banyuroto, Nanggulan dan dimakamkan kembali di pemakaman setempat.
Ketua tim dokter spesialis forensik yang melakukan otopsi, IBG Surya Putra, pemeriksaan terhadap jenazah didasarkan pada patologi anatomi untuk menentukan penyebab kematiannya.
“Mungkin dua atau tiga minggu lagi sudah bisa diketahui hasilnya dan akan diserahkan langsung pada penyidik kepolisian,” kata Surya.
Malam sebelum ditemukan tewas, Nur Rochim diketahui bertandang ke rumah calon istrinya, Alifia Rahmawati (17) di pedukuhan Sidowayah, Sukoreno, Sentolo. Namun, sejak saat itu, pria tersebut tak pernah kembali ke rumah.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, korban sempat dijemput paksa oleh pemuda Sidowayah dan kemudian terjadi pemukulan kepadanya. Keesokan harinya, korban diketahui sudah tak bernyawa di rel kereta api di Pengasih dengan keadaan mengenaskan.
Saat itu, identitasnya bahkan belum diketahui hingga akhirnya diadikuburkan di pemakaman umum di Kedungsari. Selang beberapa hari kemudian, identitasnya baru diketahui setelah berdasarkan informasi dari pihak keluarga yang berhasil mengenalinya serta kecocokan sidik jari saat melaporkan menghilangnya Nur Rochim di kepolisian.
Kakak kandung korban, Nur Rohman (25), mengungkapkan bahwa keluarga ingin kasus tersebut segera dibongkar. Sejauh ini, keluarga menurutnya tetap beranggapan bahwa kematian Nur Rochim tidak wajar dan ada kejanggalan. “Kalau menurut saya, keadilannya harus sesuai hukum, biar trungkap semua sesuai undang-undang. kita menunggu hasilnya bagaimana,” ujarnya.

tribunnews.com

Polres Kulonprogo Bongkar Makam Nur Rochim untuk Otopsi


KULONPROGO -  Kepolisian Resor Kulonprogo membongkar makam Nur Rochim (20), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kedungsogo, Kedungsari, Pengasih, Jumat (7/3/2014) untuk otopsi jenazah. Hal ini dilakukan untuk  keperluan penyidikan untuk mengungkas penyebab tewasnya pria tersebut yang dianggap janggal oleh pihak keluarga.
Proses otopsi hingga saat ini masih dilakukan oleh tim dokter forensik dari RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ricky Boy Sialagan mengungkapkan, otopsi dilakukan untuk mencari alat bukti lain dalam keperluan penyidikan. Hasil dari pemeriksaan tim forensik nantinya akan digunakan untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.
"Hasil dari tim forensik nanti kita kmbangkan bersama alat bukti lain sehingga bisa jelas semuanya," kata Ricky.
Warga Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan itu ditemukan tewas di tengah rel kereta di wilayah Kedungsari, Pengasih, Oktober 2013 silam. Malam sebelum ditemukan tewas, korban diketahui bertandang ke rumah calon istrinya di pedukuhan Sidowayah. Namun, sejak saat itu, pria tersebut tak pernah kembali ke rumah.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pada malam itu, korban sempat dijemput paksa oleh pemuda setempat ketika berada di Sidowayah dan kemudian terjadi pemukulan kepadanya. Keesokan harinya, korban diketahui sudah tak bernyawa di rel kereta di Pengasih.
Polisi sejauh ini sudah melakuka pemeriksaan atas dua tersangka warga Sidowayah, Desa Sukoreno, Sentolo, yakni Bag (27) dan Snb (26). Sementara ini, pihaknya hanya menyangkakan pasal 335 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang kepada kedua tersangka tersebut. Pasalnya, keduanya yang paling berperan aktif dalam penjemputan paksa korban di rumah sang calon istri.
Tribunnews.com

Gemar Minum Air Kelapa, Sukiran Meregang Nyawa saat Memanjat Pohon Kelapa



KULONPROGO—Keinginan Sukiran, 60, warga Dusun Temben, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah untuk menikmati air kelapa muda berakhir tragis. Dia tewas setelah jatuh dari pohon kelapa setinggi 10 meter yang berada di kebun belakang pekarangannya, Minggu (9/3/2014) sore.
Mayat laki-laki paruh baya yang gemar menikmati air kelapa muda itu sendiri baru ditemukan warga sekitar pukul 18.00 WIB. Jasadnya tergeletak di bawah pohon kelapa yang baru saja dia panjat.
Bagian rahang dan tulang iga korban mengalami patah akibat benturan dengan tanah setelah terjun bebas dari pohon kelapa.
Kepala Desa Ngentakrejo, Suprana menuturkan, Sukiran setiap harinya sudah terkenal doyan mengkonsumsi air kelapa muda. Hampir setiap hari bapak satu anak tersebut selalu meminum air kelapa.
Puncaknya terjadi Minggu lalu saat cuaca panas menyengat sehingga Sumarjo ingin memetik kelapa muda.
“Tapi saat Sholat Dzuhur, beberapa warga masih melihat Kiran beribadah di masjid. Kepada warga dia mengutarakan niatan ingin memetik kelapa muda dan meminumnya buat mengurangi gerah di badan,” ujar Suprana menginformasikan kepada Harian Jogja, Senin (10/3/2014).
Warga saat itu juga tidak melihat gelagat yang aneh dari Sukiran. Kendati sudah berusia cukup tua, dia sudah terbiasa memanjat pohon kelapa. Cuma, lanjut Suprana, nasibnya sedang apes sehingga keingginannya meminum air kelapa harus dibayar dengan nyawa.
Mayat Sukiran kali pertama ditemukan oleh anaknya saat hendak mengandangkan ayam di belakang rumah. Si anak langsung berteriak untuk meminta pertolongan warga begitu mendapati ayahnya sudah trerbujur kaku di bawah pohon kelapa.
“Tak berselang lama warga datang dan hendak memberi pertolongan. Tapi dia sudah meninggal,” tandasnya.
Sementara itu jenazah Sukiran dikubur di tempat pemakaman umum desa setempat, Senin (10/3/2014) siang.
Kapolsek Lendah, Ajun Komisaris Polisi Bambang Harun membenarkan adanya warga Ngentakrejo yang meninggal karena jatuh dari pohon kelapa. Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi menyimpulkan korban murni meninggal karena jatuh dari pohon.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, korban meninggal murni karena kecelakaan,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.
Harun melanjutkan, kesimpulan korban menininggal karena jatuh dikuatkan dengan adanya buah kelapa yang berada di samping mayat korban. Selain itu, dari pihak keluarga mengakui, korban memang sering memanjat pohon kelapa.

harjo

Kemudi Rusak, Truk Hantam Kijang



KULONPROGO - Akibat setang kemudi tidak bisa berfungsi maksimal, truk fuso AB 8692 AK yang dikemudikan Yudi Haryanto (34) warga Purworejo tabrak kijang super  R 8671 AE yang dikemudikan Jawali (43) warga Aji Barang Banyumas Jaten, Minggu (09/03/2014). Kondisi kijang ringsek, pengemudi tidak sadarkan diri dan hingga berita ini diturunkan masih dalam perawatan di IGD RSUD Wates.
 
Kejadian berawal ketika truk yang dikemudikan Yudi berjalan dari arah barat (Purworejo) hingga sampai di tikungan Gembongan Desa Sukoreno  saat belok ke kanan, setang setirnya tidak bisa dikembalikan lagi ke kiri sehingga oleng ke kanan dan dari arah berlawanan datang kijang yang dikemudikan Jawali (berdasar identitas yang ditemukan polisi), sehingga tabrakan tidak bisa dihindari. Kondisi kijang ringsek, sementara truk tidak mengalami kerusakan yang berat. Sedangkan pengemudi kijang tidak sadarkan diri.

"Saya hanya mengemudikan dengan kecepatan pelan, sekitar 40-50 saja. Karena kondisi truk habis dari bengkel di Purworejo dan akan dibawa ke Jogja. Pas belok ke kanan setir tidak bisa dikembalikan lagi ke kiri, yang dalam waktu bersamaan datang kijang super, karena sudah dekat maka tabrakan tidak bisa dihindari. Saya hanya lecet kaki kena kopling," kata Yudi.

Dokter IGD RSUD Wates dr Ariyanti menyatakan kondisi pengemudi kijang Jawali ketika dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar. "Saat ini yang bersangkutan dalam kondisi masih tidak sadar dan banyak luka-luka. Sedang kita tangani. Luka diantaranya kepala banyak luka kecil-kecil yang perlu banyak dijahit, kaki dan kemungkinan tangan kanan patah, namun ini belum dirontgen. Kami saat ini menangani kegawatannya dulu," kata Ariyanti. 

Diungkapkan petugas unit Laka Lantas Polres Kulonprogo Brigadir Mariyanta, kondisi pengemudi kijang belum sadar dan masih dilakukan perawatan medis. "Kita masih akan melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi, dalam hal ini sopir truk, dikatakan kemudinya mendadak tidak berfungsi. Juga masih dilakukan pemeriksaan, dan minta keterangan saksi," katanya.


Karyawan Ditodong Pedang, Uang Rp16 Juta dan Motor Raib



KULONPROGO - Untuk yang kesekian kalinya, toko modern berjejaring Alfamart di Kulonprogo dirampok. Kali ini, tindak kriminal menimpa Alfamart yang berlokasi di Jalan Jogja-Wates, tepatnya di simpang tiga Ngelo, Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Sabtu (8/3/2014) dini hari.
Para pelaku sempat menondongkan golok dan pedang kepada karyawan Alfamart dan menguras brankas serta meja kasir lalu membawa kabur sepeda motor milik karyawan. Kerugian dalam peristiwa ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua orang karyawan Alfamart, Octa Rivai Huda, 20 dan Ari Saputro, 18, menata barang di dalam toko sekitar pukul 02.30 WIB.
Kemudian, tiga orang pelaku bertubuh gemuk dan salah satunya memakai celana pendek warna coklat masuk ke dalam toko dengan masih mengenakan masker dan helm. Mereka berperilaku layaknya pembeli, sebab salah satu dari pelaku sempat mendatangi Octa dan menanyakan keberadaan bir.
Pelaku lainnya menuju tempat penjualan rokok dan didatangi oleh Ari, pada saat itulah pelaku menodongkan golok kepada Ari. Pelaku yang lain mendekati Octa dan menodongkan pedang ke punggungnya sembari menyuruh untuk diantar ke tempat penyimpanan uang.
Selain mengambil semua uang di brangkas Rp14 juta, pelaku juga mengambil uang di bagian kasir dan server. Total uang yang dibawa sekitar Rp16 juta.
Kepada wartawan, Octa menyebutkan, pelaku meminta Ari meyerahkan ponsel, dompet, serta kunci sepeda motor milik mereka berdua. Satu pelaku lainnya merusak dan mengambil kotak penyimpanan rekaman CCTV.
“Kami berdua dilakban di tangan dan mulut kemudian disekap di ruang brankas,” tukasnya.
Tidak hanya itu, kata dia, pelaku memaksanya untuk menyerahkan kunci pintu ruang brankas, akan tetapi karena karyawan tidak tahu, pelaku menumpuk mereka dengan kardus-kardus berisi minyak goreng. Salah satu pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat milik Octa.
Ikatan tangan yang kurang kencang, membuat Octa bisa meloloskan diri dan segera meminta pertolongan.

harjo