Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Polsek Wates Laksanakan Pengamanan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Antar Kalurahan Manunggal Cup 2026

    WATES, KULONPROGO – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Wates melaksanakan pengamanan ...

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Selasa, 11 Maret 2014

POLSEK TEMON UNGKAP KASUS PENIPUAN


“ Sepandai – pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga “  itulah peribahasa yang pantas untuk julukan pemuda kelahiran Binjai  berusia  29 tahun bernama MUHAMMAD TENKU RESTU GANDA bin SUPONO asal  Tandem Ilir Rt. 02 / 03 Desa Kuala madu Kec. Langkat Kab. Sumatra Utara . Pemuda yang tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hanya menumpang dirumah orang yang dikenalannya, tersangka pada pertengahan bulan Desember  2013 berkenalan dengan Sdr. SUBYARTO  ( adik korban Sdr. PAIJO ), kepada Sdr. SUBYARTO tersangka memperlihatkan batu akik, gelang yang dikatakan emas padahal bukan emas  dan diakuinya sebagai hasil dari menyedot dari dalam bumi dengan menggunakan keahliannya.

Tersangka juga meyakinkan hal tersebut kepada Sdr. SUBYARTO sehingga oleh Sdr. SUBYARTO  diajak dan dikenalkan kerumah kakaknya yang bernama Sdr. PAIJO  yang bertempat tinggal didaerah  Palihan Kec. Temon , dengan maksud untuk mengobati Sdr. PAIJO yang menderita sakit  yang oleh Sdr. SUBYARTO diduga kena guna – guna, lalu tersangka memeriksa dan mengobati Sdr. PAIJO dengan membalutkan kain putih ke telapak tangan kanannya untuk mengeluarkan benda gaib, sedangkan tangan kiri memegang ujung kain yang ditempelkan ke tubuh Sdr. PAIJO kemudian kain ditarik dan keluar tiga benda yaitu paku kaso, kemenyan merah dan penjepit rambut yang sebenarnya telah dipegang oleh tersangka tanpa sepengetahuan korban dan keluarganya sehingga korban merasa yakin benda-benda tersebut keluar dari tubuhnya.

saat mengobati korban  Sdr. PAIJO tersangka melihat  anaknya korban yang bernama Sdri. PENI  dan menyatakan jatuh cinta dan tersangka kemudian sering berkunjung kerumah  korban untuk menemui anaknya . Setelah beberapa kali datang tersangka pada hari Minggu tanggal 26  Januari 2014 menginap dirumah korban PAIJO  dan pada pagi harinya Senin tanggal 27  Januari  2014 pukul 08.00 Wib tersangka memperlihatkan cincin warna putih perak bermata biru dan dikatakan hasil menyedot dari laut selatan dan cincin tersebut dapat untuk menyembuhkan berbagai penyakit  sehingga korban Sdr. PAIJO tertarik dan langsung dibeli seharga Rp. 3.000.000 , setelah itu tersangka memperlihat dua buah gelang menyerupai emas sambil mengatakan gelang tersebut hasil dari menyedot di Gunung Lanang dan dapat untuk menyedot uang gaib, namun harus dipancing dengan uang asli lau tersangka bertanya apakah korban punya uang dan korban menjawab punya , selanjutnya korban masuk kamar diikuti tersangka , kemudian korban mengambil tas jinjing dari dalam lemari pakaian yang berisi uang Rp. 20.000.000 dan uang diserahkan kepada tersangka namun tersangka tidak mau menerima dan menyuruh  korban Sdr. PAIJO untuk memasukkan kembali uang  tersebut kedalam tas tadi, bersamaan dengan tersangka memasukkan dua buah gelang ke dalam tas tadi, kemudian korban merapikan tumpukan baju di dalam lemari dengan posisi membelakangi tersangka.

kesempatan itu dipergunakan untuk mengambil uang dalam tas tadi dan diselipkan  di celana tersangka lalu tas ditutup kembali , lalu tersangka meminta kain hitam untuk membungkus tas tersebut dan dikatakan dapat di buka tiga hari kemudian , lalu tersangka pergi dengan alasan untuk mempersiapkan melamar anak korban dengan dengan menemui Sdr. SUBYARTO  untuk menyewa tenda , membeli kambing , kemudian tersangka pergi ke Yogyakarta  untuk membeli makanan sambil  membeli tiket pesawat , setelah membeli makanan tersangka kembali ke rumah korban  dan menyerahkan makanan untuk keperluan lamaran beberapa saat kemudian tersangka pamit mau ke Glagah,  saat itu tersangka pergi naik bus menuju Jakarta lalu naik pesawat dari Bandara Sukarno Hatta menuju kampung halaman di Binjai Sumatara Utara .

Setelah tiga hari tas yang di balut kain hitam oleh tersangka dibuka  dan ternyata uang tidak ada , karena merasa ditipu  korban Sdr. PAIJO  melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Temon  dan langsung dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan .

Selama  lebih kurang tiga  minggu berada di kampung halamannya di Binjai tersangka kemudian kembali lagi ke Yogyakarta bermaksud menemui  Sdri. PENI anaknya korban , pada hari Kamis  tanggal 20  Februari  2014  pukul  20.00 Wib ketika tersangka menemui Sdri. PENI  dirumah SUBYARTO  di daerah Temon Kulon diam – diam Sdri. PENI menghubungi Petugas Polsek Temon langsung dilakukan penangkapan  terhadap tersangka , dalam pemeriksaan diruang Reskrim Polsek Temon  tersangka  mengakui semua perbuatannya telah melakukan Penipuan terhadap korban Sdr. PAIJO  ,namun uangnya sudah habis untuk perluan pribadi tersanbgka .  Selanjutnya tersangka  MUHAMMAD TENKU RESTU GANDA bin SUPONO dalam proses penyidikan dan  ditahan di Rutan Polsek Temon .    


Humas Polsek Temon

Senin, 10 Maret 2014

Tidak Konsentrasi Arah Depan, Shogun Tabrak Viar



Kulon Progo- Di duga karena tidak konsentrasi arah depan Dirga , warga Wangurejo banyuurip Purworejo yang mengendarai Spm Susuki Shogun No Pol AA 4383 EL menabrak Spm Roda 3 Viar No Pol AA 5948 FD yang di kendarai oleh Ahkmad Dasrun warga Ambal Kebumen . Ahmad Dasrun tidak mengalami luka, sementara Dirga sendiri mengalami luka kaki kiri robek, jari kaka kiripatah , dada kiri memar, sadar, dirawat di RSU Riski Amalia, sementara sang pembonceng Spm Susuki Shogun No Pol AA 4383 EL Mita, mengalami patah tulang paha kiri dan di rawat di RSU Riski Amalia Temon.  


Kejadian bermula ketika pada hari Kamis tanggal 6 Maret 2014 pukul 21.45 Wib di Jln Umum Wates Purworejo Km 7,5 Pencengan, kedundang Temon Kulon Progo Spm Roda 3 Viar No Pol AA5948 FD mogok dan dituntun pengendaranya dari arah  timur ke barat , kemudian tiba- tiba di tabrak oleh spm Susuki Shogun No Pol AA 4383 EL yang melaju searah di belakangnya hingga terjatuh.  

------Humas Polres kulon Progo-----

Kamis, 06 Maret 2014

PT JMI dan AP I Belum Sepakat, Sultan Turun Tangan

KULON PROGO. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku akan turun tangan untuk menyelesaikan alotnya kesepakatan antara PT Angkasa Pura (AP I) dan PT Jogja Magasa Iron (JMI) terkait lokasi bandara internasional di Temon, Kulonprogo.
“Belum ada perkembangan. Selasa [4/3/2014] malam [hari ini] ketemu dengan AP [Angkasa Pura] di Jakarta,” ungkap Sultan di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah DIY, Senin (3/3/2014).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, izin penetapan lokasi (IPL) dari gubernur yang juga sebagai penentu pembebasan lahan belum juga dapat diterbitkan, karena lokasi areal bandara belum ditentukan secara pasti.
Pada pertemuan antara PT AP I dan PT JMI, 16 Januari lalu, menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi DIY Budi Antono, memunculkan beberapa usulan. Salah satunya, agar PT AP dan JMI mau sama- sama mundur dari desain awal.
PT JMI telah memundurkan lokasi pabrik sejauh 1,5 kilometer ke timur, sedangkan calon Bandara juga mundur 500 meter. Ini agar antara bandara dan pabrik memiliki jarak yang idel tiga kilometer. Cuma, PT AP sulit memenuhi desakan PT JMI karena ketika mundur bandara akan berhimpitan dengan Sungai Bogowonto, sehingga menyulitkan pemasangan alat navigasi.
Sultan mengaku belum bisa memberikan usulan untuk mempercepat realisasi pembangunan fisik mengingat PT AP menarget bandara sudah beroperasional pada 2017. “Saya harus mendengar aspirasinya dulu,” tuturnya.
Selain PT AP, pertemuan di Jakarta itu menurut Sultan juga menghadirkan PT JMI. Direktorat Jendral Perhubungan Udara akan memfasilitasinya.

harianjogja.com

Mobil Box Gasak Warung, 4 Motor Ringsek


KULONPROGO - Sebuah mobil boks bernomor polisi AB 9132 BN yang dikemudikan Mustaqim, 40, warga Desa Semin, Kecamatan Pundungsari, Purworejo menghantam sebuah warung bakso di jalur PAL 18, Desa Pandowan, Kecamatan Galur, Selasa (4/3/2014) pukul 10.45 WIB.
Mobil box tidak hanya menerjang warung saja. Empat buah sepeda motor yang diparkir di depan warung digasak hingga akhirnya rusak parah. Empat buah sepeda motor tersebut milik karyawan dan pemilik warung sendiri.
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kebetulan warung sedang tidak ada pembeli. Sementara pemilik warung saat itu berada di dapur belakang. Hanya Slamet Mahmudi, 21, anak pemilik warung yang saat itu berada di depan warung.


Sebelum mobil menerjang warung, dia sedang memanaskan mesin kendaraannya yang ikut diparkir di depan warung.
Slamet pun nyaris diterjang mobil nahas itu. Dia menceritakan, masih berhasil menghindar saat mobil meluncur ke arahnya.
“Jarak mobil dengan saya sudah cukup dekat, kira-kira tinggal satu meter. Tapi saya berhasil meloncat ke samping sehingga terhindar dari terjangan mobil,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Sepeda motor yang sedang dia bersihkan pun akhirnya ikut diterjang mobil itu bersama tiga sepeda motor lainnya. Mobil baru terhenti ketika menabrak penyangga cor atap warung. Sementara kondisi bagian depan warung hancur berantakan.
Slamet berhasil meloncat setelah mendengar ada suara benturan cukup keras. Benturan tersebut berasal dari gesekan sisi depan mobil box dengan sebuah truk tronton.

harianjogja.com

Sales Toko Bangunan Tewas Tertabrak Kereta Api

KULONPROGO- Seorang sales toko bangunan, Jaya Suparna, 45, tewas dengan kondisi mengenaskan setelah tertabrak kereta api Ajisaka jurusan Kutoarjo-Jogja di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Gawok, Kecamatan Wates, Jumat (28/2/2014).
Korban tercatat sebagai warga RT 1 RW 2 Dusun Bangkong, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman.
Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 10.30 WIB, korban mengendarai motor Vega AB 2715 Z berwarna merah dari arah selatan ke utara, kemudian belok kanan ke arah perlintasan kereta tanpa palang pintu.
Tiba-tiba dari arah barat muncul Kerata Api Ajisaka  yang melaju menuju timur dan akan berhenti di Stasiun Wates. Korban yang tidak mengetahui keberadaan kereta api lantas tertabrak dan sempat terseret 50 meter. Akibatnya, tubuh korban putus di bagian perut, dan telapak kaki.
Salah satu rekan kerja korban, Ngatiran, 50, menuturkan, pada pukul 11.00 WIB mendapat telepon yang memberitahukan bahwa Suparna tewas karena tertabrak kereta api. Ia segera meluncur ke lokasi kejadian dan mendapati rekannya sudah diangkut oleh ambulan PMI menuju RSUD Wates.

harianjogja.com

Kejar Kambing, Eko Malah Temukan Mayat

KULONPROGO - Eko Wahyudi, 25, warga Dusun Bulak, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo menemukan sesosok mayat tergeletak di semak-semak bekas pabrik jamur desa setempat, Senin (3/3/2014) pukul 13.00 WIB.
Penemuan mayat diawali ketika dia sedang mengejar salah satu kambingnya yang lepas saat sedang digembala di lokasi tidak jauh dari penemuan mayat.
Mayat yang ditemukan Eko tersebut adalah Dwi Ratno, 45, warga Dusun Panjol RT 25/XIII, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo.
Dia menuturkan, pengejaran terhadap kambing yang lepas tiba-tiba terhenti ketika ada mayat tergeletak di semak-semak.
“Saya niatnya itu ngejar kambing saya malah akhirnya melihat mayat. Saya lihat sebentar, sekujur mayat penuh luka. Akhirnya saya berlari minta tolong warga,” ujar Eko menuturkan kepada wartawan saat berada di lokasi kejadian.
Ada beberapa bagian tubuh korban yang mengalami luka lebam. Sisa darah yang mengucur dari hidung terlihat sudah mengering. Di bagian perut juga terlihat luka lebam. Sementara di ruas kaki terlihat lecet hingga ada kulit yang memutih seperti terkelupas.
Berjarak sekitar 30 meter dari titik penemuan mayat terdapat mobilsedan Toyota Corolla Altis bernomor polisi B 8908 BF. Mobil tersebut milik Dwi Ratno, di dalamnya juga masih ditemukan surat-surat kendaraan. Tapi saat itu tidak ada satu pun identitas mengenai mayat tersebut.

harianjogja.com

Selasa, 04 Maret 2014

Penerimaan SIPSS T.A.2014 Telah di Buka!!!!!

       
     Kepolisian Republik Indonesia membuka kesempatan kepada lulusan S1/D IV untuk memasuki Sekolah Inspektur Polri Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2014. Divisi Humas Mabes Polri mengumumkan, pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 – 10 Maret 2014 melalui website  www.penerimaan.polri.go.id
Persyaratan untuk mengikuti seleksi adalah:
1. WNI
2. Surat kesehatan dari institusi kesehatan
3. SKCK dri Polres setempat
4. Bersedia ditempatkan di mana saja
5. Umur : S1 profesi : 29 tahun, S1/D-IV : 26 tahun.
6. Tinggi badan : Pria : 160 cm, Wanita : 155 cm
7. Belum pernah menikah
Disiplin ilmu / Kesarjanaan :
S1 Prof. Dokter Umum dan Apoteker
S1 :
- Teknik Informatika/Sistem Informasi/Ilmu Komputer/Sistem Komputer
- Kurikulum dan Teknologi Pendidikan/Teknologi Pendidikan
- Ilmu Komunikasi, Ekonomi Akuntansi
- Teknik Nuklir, Teknik Metalurgi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Mipa Kimia, Mipa Biologi, Sandi Negara, Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Mandarin
- Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, Teknik Penerbangan, Hub.Internasional, Ilmu Keolahragaan, Ilmu Pemerintahan, Desain Grafis, Sarjana Agama, Sarjana Kateketik
S1/D-IV :
- Ahli Nautika TK III (Wajib memiliki ijazah Ahli Nautika TK III dri Ditjen Hub Laut Kemenhub RI)
- Manajemen Logistik
- Instrumen dan Elektronika
Persyaratan lebih lengkap dapat dilihat di Polres / Polda terdekat.