Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Polsek Wates Laksanakan Pengamanan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Antar Kalurahan Manunggal Cup 2026

    WATES, KULONPROGO – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Wates melaksanakan pengamanan ...

Kesiapan Ranmor Dinas Polri Saat Apel Gelar Pasukan

Penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan dari Polres Kulonprogo

Pemeriksaan Urin Untuk Indikasi Penggunaan Narkoba Di Kalangan Polisi

Sabtu, 15 Februari 2014

Kelud 'Ngamuk', Perekonomian di Wates Lumpuh


KULON PROGO. Erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan hujan debu berdampak lumpuhmya roda perekonomian dan pemerintahan di Kulonprogo. Para pegawai pemerintahan dan swasta diduga banyak yang tidak 'ngantor'. Demi kesehatan dan keamanan siswa para pengelola sekolah mengambil kebijakan meliburkan anak didik mereka. 

Sementara pemilik toko dan warung memilih menutup usaha mereka guna menghindari debu agar barang dagangan tidak kotor."Karena tidak ada pembeli, pegawai saya suruh pulang dan toko saya tutup," kata Sardi (58) pemilik salah satu toko Kelontong di Kompleks Ruko Gawok, Wates, Jumat (14/1/2014).

Menurutnya, hujan debu tidak sekadar menyebabkan berkurangnya jumlah omset penjualan. Tapi lebih dari itu masyarakat konsumen memang tidak ada yang berbelanja. "Bukan sekadar omset turun, tapi memang tidak ada pemasukan, karena tidak ada yang berbelanja," ujarnya. 

Pantauan KRjogja.com sepanjang Jumat (14/2/2014) siang hingga malam, hujan debu di Kulonprogo khususnya di wilayah Kecamatan Wates memang tergolong dahsyat. Saking tingginya volume debu suasana lingkungan nampak berkabut tebal. Terbatasnya masker menyebabkan banyak warga menggunakan alat seadanya termasuk sapu tangan untuk menutup hidung dan mulut mereka sebagai upaya menghindari agar tidak terserang penyakit pernafasan atau ispa, akibat menghirup debu dari erupsi Gunung Kelud.


krjogja.com

Hujan Abu, Dua Mobil Slip Masuk Selokan


 KULON PROGO. Erupsi Gunung Kelud yang disusul hujan debu menyebabkan jarak pandang pengendara bermotor yang melintas di ruas Jalan Negara Jakarta - Surabaya sangat terbatas. Jika sopir tidak hati-hati sangat berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). 


Seperti dialami mobil Toyota Inova B 1488 UZC. Diduga sopir kendaraan tersebut kurang hati-hati saat melaju di ruas jalan sebelah Barat Simpang Tiga Dalangan Desa Triharjo Kecamatan Wates yang selimuti debu tebal dan licin mengalami slip dan terperosok ke parit. 



Meski kecelakaan tunggal tersebut tidak menimbulkan korban jiwa tapi mobil mengalami kerusakan cukup parah, sehingga korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta.



Di ruas jalan yang sama tepatnya di Desa Mlangsen Kecamatan Temon, peristiwa serupa juga terjadi. "Mungkin sopirnya kurang hati-hati dan tetap ngebut di atas jalan penuh debu akibat Gunung Kelud meletus. Apalagi tadi pagi sempat hujan sehingga kondisi jalan licin menyebabkan mobil slip dan masuk selokan," kata Paridjo warga Desa Triharjo saat ditemui di lokasi kecelakaan, Jumat (14/2/2014).



Dugaan terhadap kurang hati-hatinya sopir dibenarkan petugas Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kulonprogo. "Jika melihat kondisinya dugaan kami kecelakaan terjadi akibat kurang hati-hatinya sopir saat melintas di ruas jalan yang berdebul disertai hujan. Jadi mobil tetap dipacu di jalanan licin sementara jarak pandang sangat terbatas," kata petugas unit laka lantas Sat Lantas Polres setempat yang enggan disebutkan identitasnya.



Semenjak Gunung Kelud erupsi pada Kamis (13/2/2014) dini hari yang disusul hujan debu telah menyebabkan hampir seluruh ruas jalan di Kulonprogo tertutup debu dengan ketebalan mencapai tiga centimeter. Kondisi tersebut semakin parah ketika banyak kendaraan yang melintas dari dua arah dengan kecepatan sedang membuat debu beterbangan sehingga jarak pandang sangat terbatas. 



"Sepanjang jalan dari Yogya sampai Wates, debu banyak beterbangan sehingga laju kendaraan tidak bisa cepat. Apalagi saat berpapasan dengan truk, debu menghalangi jarak pandang," kata Wanto sopir mobil Isuzu Fanther.

krjogja.com

Dua Pelajar di Kulonprogo Diamankan Setelah Transaksi Narkoba

KULONPROGO-Dua orang pelajar salah satu SMA swasta di Kecamatan Nanggulan dan satu orang remaja putus sekolah diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kulonprogo setelah kedapatan melakukan transaksi di Desa Jatisarono, Nanggulan, Kamis (13/2/2014).
Saat ini, pihak kepolisian masih mencari barang bukti berupa narkoba yang sudah dibuang pelaku ke areal persawahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Yulianto alias Penjol, 19, seorang remaja putus sekolah menjual narkoba jenis psikotropika Riklona, kepada dua pelajar SMA, Cakra Nugraha,18, dan Dianu , 18, dalam waktu yang berbeda di hari yang sama. Sekitar pukul 09.30 WIB, setelah bertemu dengan Dianu, Yulianto pun menemui Cakra di jalan belakang sekolah.
Namun, sebelum transaksi terjadi keduanya sudah tertangkap Satresnarkoba. Dianu yang berada tidak jauh dari lokasi juga diamankan, akan tetapi ia sudah membuang satu butir Riklona yang sudah dibelinya dari Yulianto seharga Rp25.000,
Sementara, Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Agus Nursewan, membenarkan, jajarannya mengamankan tiga orang remaja, dua diantaranya berstatus pelajar SMA, karena kedapatan melakukan transaksi narkoba.

harianjogja.com

Rabu, 12 Februari 2014

Warga Terdampak Bandara akan Diberi Tanah

KULONPROGO- Asisten Sekda (Asekda) II Kulonprogo, Triyono, mengatakan, warga yang terdampak pembangunan bandara Kulonprogo akan mendapatkan lahan relokasi seluas 150 sampai 200 meter persegi.
“Tanah tersebut diberikan secara cuma-cuma dan dibuatkan sertifikat atas nama warga, hanya saja pembangunan rumah dilakukan swadaya oleh warga, karena mereka juga mendapat ganti rugi relokasi,” terangnya.
Sejauh ini, pemkab berusaha menyelaraskan keinginan warga sehingga pembangunan bandara segera terealisasi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kemenhub menyetujui lokasi pembangunan bandara di Kulonprogo. Pihak Kemenhub menyebut bandara tersebut beroperasi pada 2017.
“Sebetulnya itu urusan AP I dengan Pemda. Progres kita sudah setuju izin lokasi tinggal mereka yang tindak lanjuti,” ucap Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti, akhir pekan ini di Jakarta.

harianjogja.com

Bekas Kantor Polsek Wates Jadi Gudang KPU

KULONPROGO-Bekas kantor Polsek Wates di Bendungan, Wates, akan digunakan sebagai gudang logistik KPU Kulonprogo.
Ketua KPU Kulonprogo, Muh Isnaeni, tidak menampik, jika sempat kesulitan mencari lokasi untuk dijadikan gudang KPU Kulonprogo, sementara pemilu sudah semakin dekat. “Logistik menumpuk dan beberapa di antaranya harus dirangkai,” ujarnya, Minggu (9/2/2014).
Terlebih, gudang KPU Kulonprogo juga tidak cukup memadai untuk menampung 397 buah kotak suara.
Dikatakannya, KPU Kulonprogo sudah mengajukan permohonan pada Bupati dan Kapolres Kulonprogo untuk penggunaan gedung bekas kantor Polsek Wates tersebut dan sudah mendapatkan persetujuan.
Pertimbangannya, lokasi yang cukup dekat dengan kantor KPU Kulonprogo serta kapasitas ruang gedung dua lantai yang cukup untuk menampung logistik pemilu.
Sebelumnya, terdapat beberapa alternatif tempat, seperti Balai Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah dan gedung olahraga kampus UNY Wates.

harianjogja.com

Polwan Dianiaya

KULONPROGO- Anggota polisi wanita (Polwan) Polres Kulonprogo, Masiti, 43, dianiaya pengunjung tempat hiburan Rumah Laut di Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Sabtu (8/2/2014) lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menyebutkan kejadian berawal sekitar pukul 03.00 WIB, Masiti sedang duduk dan berbincang dengan Leni, pemilik tempat hiburan di lokasi yang sama. Kemudian, seorang karyawan tempat hiburan datang dan melaporkan terjadi keributan di kasir.
Masiti segera mengecek keributan dan mendapati seorang pengunjung bernama Edwin, warga Purwodadi, Purworejo, yang berusaha masuk ke kamar pemandu lagu. Ia berusaha melerai dan mengingatkan Edwin agar tidak melanjutkan upayanya. Pelaku tidak terima dan menampar korban.
Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ricky Boy Sialagan, menuturkan kasus ini sudah ditangani unit I. Dalam pemeriksaan, tidak ditemukan senjata tajam, walaupun sempat ada kekhawatiran dari Satreskrim jika pelaku membawa senjata tajam.
Kasus penganiayaan ini, kata dia, termasuk tindak pidana ringan dan korban serta pelaku sudah berdamai. “Ada surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (11/2/2014).
Ricky menyatakan, saat itu Masiti sedang tidak dalam tugas dinas, sehingga ia juga belum mengetahui secara pasti kapasitas polwan tersebut di tempat hiburan pada dini hari.

harianjogja.com

Selasa, 11 Februari 2014

Polsek Galur Mengamankan Proses Pelepasliaran Tukik Di Pantai Trisik

ilustrasi (panoramio.com)


Pada hari minggu tanggal 09 februari 2014 mulai pukul 08.00 Wib telah dilaksanakan pelepas liaran tukik penyu yang dilakukan o,leh Yayasan Bali Sehati Jakarta bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) D.I.Yogyakarta, Polhut Kulon Progo, Kelompok Konservasi penyu Abadi Pantai Trisik, Kelompok Nelayan Tani Maju Pantai Trisik, Tim SAR Kulon Progo dan Polsek Galur.

 


Pada saat sambutan dari ketua Balai Konservasi Sumber Daya Alama D.I.Yogyakarta Ir.Apri Aminulwati menyampaikan bahwa jenis penyu yang hidup di dunia ada 8 jenis sedangkan yang hidup di Indonesia ada 7 jenis. Berdasarkan Undang – undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistim, Undang- Undang Nomor 31 tahun 2004 Jo Undang – Undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan, PP Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa, PP Nomor 60 tahun 2007 tentang konservasi sumber daya ikan, penyu merupakan salah satu hewan langka yang dilindungi dari kepunahan.Untuk itu diperlukan kerjasama semua pihak baik dari masyarakat, Instansi terkait, dan Kepolisian guna mentaati, mengamankan dan mengawal Undang – Undang, Peraturan perundangan yan g berlaku.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dari Ketua Pembina Yayasan BALI SEHATI Bapak Ir.Agus Kowari Sumanto kepada Kelompok Konservasi Penyu Abadi yang diterima Bapak Joko Samudro selaku ketua kelompok, yang pada saat ini juga menyampaiakan bahwa sejak berdirinya kelompok konservasi penyu abadi pada tahun 2004 sampai sekarang telah menangkarkan tukik penyu sekitar 1.500 butir telur penyu, kemudian setelah menetas dilepas liarkan kembali ke laut.

     Acara yang mendapat dukungan pengamanan dari Polsek Galur diakhiri dengan pelepasan Tukik Penyu sebanyak 45 ekor umur sekitar 2 bulan dari satu sarang yang terdiri dari 80 butir telur penyu yang ditangkarkan oleh seluruh tamu undangan, berjalan dengan aman dan lancar.

--Humas Polsek galur--