Kulon Progo – Polda DIY dan Polres Kulonprogo melaksanakan kegiatan Jumat Curhat di Balai Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, pada Jumat (13/2/2025). Kegiatan ini menjadi sarana dialog langsung antara Polri, unsur pemerintah, dan masyarakat guna menyerap aspirasi serta mencari solusi atas berbagai permasalahan di wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dir Binmas Polda DIY Kombes Pol Bagiyo Hadi Kurniyanto, S.I.K., M.M., beserta jajaran, Kasat Binmas Polres Kulonprogo AKP Sayana, Kapolsek Kokap AKP Marjoko, Danramil Kokap Kapten Infantri Heri Purnomo, Kasat Pol PP Budi Hartono, S.Si., M.Si., Panewu Anom Kokap Toni, S.I.P., M.A.P., Lurah Hargorejo Bekti Murdayanto, S.E., beserta perangkat kalurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kalurahan Hargorejo, serta perwakilan jaga warga, KWT, PKK, dan masyarakat setempat.
Panewu Kokap yang diwakili Panewu Anom menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Jumat Curhat yang dinilai mampu menjadi wadah menampung aspirasi masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk menyampaikan uneg-uneg dan permasalahan agar dapat dicarikan solusi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir.
Kasat Binmas Polres Kulonprogo AKP Sayana dalam paparannya menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres Kulonprogo tidak dapat hadir karena mengikuti kegiatan bersama Kapolda DIY. Ia juga memaparkan bahwa selama Januari 2025 Polres Kulonprogo menangani 37 kasus, dengan kasus penipuan menjadi yang paling dominan. Selain itu, Polres Kulonprogo turut mendukung program ketahanan pangan melalui pembukaan lahan pertanian serta program penanaman padi dan jagung di seluruh kapanewon.
Sementara itu, Dir Binmas Polda DIY Kombes Pol Bagiyo Hadi Kurniyanto mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Jumat Curhat untuk menyampaikan pertanyaan dan keluhan kepada Polri maupun unsur pemerintahan. Menjelang bulan suci Ramadan, ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga harkamtibmas agar ibadah dapat berjalan dengan aman dan khusyuk.
“Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, kami ingin mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, sehingga Polri bersama pemerintah dapat memberikan solusi yang tepat dan nyata. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan Polri menjadi kunci terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Bagyo.
Dalam sesi tanya jawab, Lurah Hargorejo menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya permohonan bantuan pengadaan rompi jaga warga serta permohonan penjelasan terkait pelaksanaan restoratif justice. Menanggapi hal tersebut, pihak Polri menyampaikan bahwa pengadaan rompi akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, sementara restoratif justice dapat diterapkan pada perkara ringan dan tidak berlaku untuk kasus berat seperti korupsi dan perampokan.
Perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) juga menyampaikan harapan bantuan benih, bibit, pupuk, serta pengadaan drone untuk penyemprotan hama. Pihak Polri menyampaikan apresiasi atas peran KWT dan menyarankan agar bantuan tersebut dikoordinasikan dengan instansi terkait, khususnya Dinas Pertanian.

0 komentar:
Posting Komentar