Selamat Datang Di Website Resmi Tribrata News Polres Kulonprogo KAMI MEMANG BELUM SEMPURNA, TAPI KAMI BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

Entri yang Diunggulkan

Patroli Malam, Polres Kulon Progo Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional

  Kulon Progo- Polres Kulon Progo melaksanakan patroli malam secara rutin guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas...

Jumat, 13 Februari 2026

Kapolres Kulon Progo Hadiri Upacara Adat Nyadran Agung 2026, Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya

 


 

Kulon Progo - Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., menghadiri upacara adat Nyadran Agung 2026 yang digelar di Alun-alun Wates, Kamis (12/2/2026). Ratusan warga memadati area depan Rumah Dinas Bupati Kulon Progo untuk mengikuti tradisi tahunan yang diselenggarakan menjelang bulan suci Ramadhan tersebut.

Nyadran Agung merupakan tradisi budaya masyarakat Kulon Progo yang tidak hanya menjadi ritual penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah, masyarakat lokal, serta warga perantau yang pulang ke kampung halaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang meriah, menampilkan gunungan hasil bumi yang diarak sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur masyarakat Kulon Progo atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Kirab tersebut diikuti oleh perwakilan BUMD, OPD, serta seluruh Kapanewon di wilayah Kulon Progo.

Hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta warga perantau yang tergabung dalam Paguyuban BakorPKP dari berbagai kota di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati KulonProgo Agung Setyawan menegaskan bahwa Nyadran Agung bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, warga lokal, dan para perantau.

"Kegiatan ini adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT. Kehadiran para warga perantauan dari Jabodetabek dan kota-kota lain menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki rasa handarbeni dan cinta terhadap tanah kelahirannya di Kulon Progo," ujar Agung.

Agung juga menjelaskan bahwa istilah Nyadran berasal dari kata Sraddha yang bermakna penghormatan kepada leluhur. Namun, secara sosial, Nyadran Agung memiliki makna yang lebih luas sebagai momentum penghapusan sekat-sekat sosial melalui doa dan kebersamaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo, Joko Mursito, menyampaikan bahwa tema besar Nyadran Agung tahun ini adalah Ketahanan Pangan, yang tercermin dari komposisi gunungan hasil bumi yang dikirab sebagai simbol kemandirian dan keberlanjutan pangan daerah.

Dengan sinergi antara tradisi, nilai spiritual, dan pesan fungsional seperti ketahanan pangan, Nyadran Agung 2026 menjadi jembatan antara pelestarian budaya masa lalu dan kesiapan masyarakat Kulon Progo menghadapi tantangan masa depan.

Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan budaya yang berlangsung aman dan tertib, serta berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kulon Progo. 

0 komentar:

Posting Komentar