Kulon Progo – Kapolres Kulonprogo Ridho Hidayat menghadiri kegiatan Syawalan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang digelar di Omah Penthol pada Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo Suharto, Kepala Kementerian Agama Kulon Progo Wahib Jamil, Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Joko Mursito, Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY GKR Bendara, Ketua Karang Taruna DIY GKR Hayu, Wakil Ketua Umum Karang Taruna Ahmad Bachtiar Sebayang, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kulon Progo Tamyus Rochman, serta Ketua dan Pengurus Karang Taruna se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Pelaksana kegiatan, Tamyus Rochman, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan Syawalan Karang Taruna DIY yang digelar di Kabupaten Kulon Progo ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antaranggota Karang Taruna. Ia juga menyampaikan bahwa dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan talk show yang akan diisi oleh Wakil Bupati Kulon Progo sebagai bentuk pembekalan dan motivasi bagi para pengurus Karang Taruna.
Ketua Karang Taruna DIY GKR Hayu dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Syawalan dan Rakerda ini merupakan ruang penting untuk memperkuat silaturahmi, solidaritas, serta menyatukan kembali semangat gerakan Karang Taruna dalam suasana saling memaafkan.
"Momentum Syawalan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas, serta menyatukan kembali energi gerakan Karang Taruna dalam suasana saling memaafkan. Mari kita meneguhkan kembali komitmen pengabdian sosial kita bagi masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran PNKT yang baru, yang kami yakini dapat menjadi energi baru bagi Karang Taruna di daerah untuk semakin memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam mengembangkan gerakan sosial yang berdampak," ujar GKR Hayu.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Karang Taruna Ahmad Bachtiar Sebayang menyampaikan bahwa Karang Taruna harus dipandang sebagai aset yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial di masyarakat. Ia berharap melalui Rapat Kerja Daerah yang dilaksanakan, program-program yang dirancang ke depan dapat menghasilkan output dan outcome yang produktif serta berkelanjutan.
"Dari sisi pemerintah, kami berharap Karang Taruna dipandang sebagai aset, bukan beban. Melalui Rakerda ini, program-program ke depan harus dirancang untuk menghasilkan output dan outcome yang produktif serta berkesinambungan. Kami juga berharap pemerintah sebagai pembina dan lembaga-lembaga terkait dapat terus berkolaborasi sebagai mitra strategis dalam mendukung kerja-kerja Karang Taruna," ungkap Ahmad Bachtiar Sebayang.
Kehadiran Kapolres Kulonprogo Ridho Hidayat dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Polri terhadap peran aktif generasi muda dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan Syawalan dan Rakerda Karang Taruna DIY Tahun 2026 ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, kepolisian, dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, dan produktif.
0 komentar:
Posting Komentar